Analisis Social Return on Investment (SROI) Program Budidaya Bawang Bina Tani di Desa Gantung
Keywords:
Budidaya bawang merah, CSR, Pemberdayaan Masyarakat, PT TIMAH Tbk, Social return on investmentAbstract
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor agribisnis semakin dituntut untuk memiliki evaluasi dampak yang kuat guna memastikan efektivitas dan akuntabilitasnya. Penelitian ini menerapkan pendekatan Social Return on Investment (SROI) evaluatif pada Program Budidaya Bawang “Bina Tani” yang dilaksanakan oleh PT TIMAH Tbk di Desa Gantung, pada periode 2023 hingga Agustus 2025. Analisis ini mengidentifikasi tiga kelompok pemangku kepentingan utama, yaitu PT TIMAH Tbk, anggota kelompok tani Bina Tani, serta masyarakat sekitar yang bekerja sebagai tenaga kerja pertanian. Nilai SROI program adalah 1,45, yang mengindikasikan bahwa setiap investasi sebesar Rp1,00 menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan terkuantifikasi sebesar Rp1,45. Nilai ini sejalan dengan hasil SROI yang dilaporkan pada berbagai program pertanian dan pengembangan masyarakat lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa program tersebut layak secara sosial dan ekonomi, serta menyoroti peluang untuk meningkatkan penciptaan nilai melalui replikasi program, peningkatan produk, dan penguatan kapasitas untuk mendorong inovasi yang dipimpin oleh petani.


