Klenteng dan Produksi Kerukunan Lintas Iman di Pekalongan

Authors

  • Zahwa Ardhinia Naisa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Yusnita Hikmawati UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Alfaina Mafazah Musallamah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Syfa Maulidiyah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Sabrina Ais Zahra UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Ahmad Makhassin Ma’arif UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Sasa Refiatul Alfianti UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Badrani Dhyal Haqqi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Arditya Prayogi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author

Keywords:

Kerukunan sosial, Klenteng Konghucu, Moderasi beragama, Toleransi antarumat

Abstract

Kemajemukan agama membutuhkan ruang sosial tempat toleransi dipraktikkan melalui interaksi sehari-hari, bukan hanya dibicarakan dalam wacana formal. Artikel ini bertujuan menganalisis Klenteng Po An Thian di Pekalongan sebagai ruang sosial-keagamaan yang mendukung moderasi beragama. Penelitian menggunakan desain kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh klenteng, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa moderasi tampak dalam koeksistensi ritual yang saling menghormati, kerja sama sosial lintas agama, komunikasi dialogis, dan penyelesaian perbedaan melalui musyawarah. Kedekatan klenteng dengan gereja dan masjid tidak memunculkan ketegangan, melainkan menjadi konteks negosiasi penghormatan antarumat. Nilai tasamuh, tawasuth, i'tidal, syura, ishlah, muwathanah, la 'unf, dan i'tiraf al-'urf tercermin dalam praktik sosial. Penelitian berikutnya disarankan membandingkan situs lintas agama serupa untuk memperkuat model pendidikan Islam berbasis moderasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Klenteng dan Produksi Kerukunan Lintas Iman di Pekalongan. (2026). Journal of Multidisciplinary in Islam, 2(2), 13–20. https://ejournal.institutsmb.id/index.php/JMI/article/view/126