Klenteng dan Produksi Kerukunan Lintas Iman di Pekalongan
Keywords:
Kerukunan sosial, Klenteng Konghucu, Moderasi beragama, Toleransi antarumatAbstract
Kemajemukan agama membutuhkan ruang sosial tempat toleransi dipraktikkan melalui interaksi sehari-hari, bukan hanya dibicarakan dalam wacana formal. Artikel ini bertujuan menganalisis Klenteng Po An Thian di Pekalongan sebagai ruang sosial-keagamaan yang mendukung moderasi beragama. Penelitian menggunakan desain kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh klenteng, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa moderasi tampak dalam koeksistensi ritual yang saling menghormati, kerja sama sosial lintas agama, komunikasi dialogis, dan penyelesaian perbedaan melalui musyawarah. Kedekatan klenteng dengan gereja dan masjid tidak memunculkan ketegangan, melainkan menjadi konteks negosiasi penghormatan antarumat. Nilai tasamuh, tawasuth, i'tidal, syura, ishlah, muwathanah, la 'unf, dan i'tiraf al-'urf tercermin dalam praktik sosial. Penelitian berikutnya disarankan membandingkan situs lintas agama serupa untuk memperkuat model pendidikan Islam berbasis moderasi.


