Politik Media dan Pembentukan Realitas Sosial pada Pilpres 2024: Studi Literatur dalam Perspektif Etika Komunikasi Islam
Keywords:
politik media, realitas sosial, etika Islam, polarisasi, Pilpres 2024Abstract
Pemilihan Presiden 2024 menunjukkan peningkatan peran media digital dalam membentuk realitas politik masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh politik media pada Pilpres 2024 serta dampaknya terhadap etika komunikasi Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi 15 artikel jurnal nasional (2023–2025) dan literatur relevan dari Google Scholar, Scopus, dan DOAJ. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan media sosial menggeser komunikasi politik menjadi demokrasi hiburan visual-emosional. Framing media dan propaganda buzzer memicu realitas artifisial, polarisasi, dan fragmentasi sosial akibat pengabaian prinsip tabayyun dan kebenaran (qaulan sadidan). Kesimpulannya, krisis etika komunikasi digital mengancam demokrasi, meski media tetap berpotensi untuk edukasi politik berbasis nilai Islami. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak paparan propaganda secara empiris.


