Fenomena  S-Commerce  Dalam Pandangan Akad Al-Bai’ : Privilege Bagi Artis Dan Tantangan Pengusaha Kecil

Authors

  • Ilyas Adhi Purba IAI Badrus Sholeh Kediri Author
  • Rizky Bakhtiar Riswanda IAI Badrus Sholeh, Kediri, Indonesia Author

Keywords:

Social Commerce, Akad Al-Bai’, Ekonomi Islam, Privilege Artis, UMKM

Abstract

Perkembangan social commerce (s-commerce) melalui media sosial mendorong perubahan pola transaksi digital, sekaligus menimbulkan ketimpangan peluang antara artis dan pengusaha kecil. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik s-commerce dalam perspektif akad al-bai’ serta implikasinya terhadap keadilan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi s-commerce memenuhi rukun jual beli, memiliki kesesuaian tinggi dengan akad salam, kesesuaian parsial dengan murabahah, dan terbatas pada akad istishna’. Selain itu, artis memiliki privilege berupa pangsa pasar yang luas, sedangkan pengusaha kecil menghadapi tantangan dalam menjangkau konsumen. Kesimpulannya, s-commerce merupakan bentuk adaptasi akad dalam ekonomi digital yang perlu diimbangi prinsip keadilan. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji regulasi dan strategi pemberdayaan UMKM dalam ekosistem digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-27

How to Cite

Fenomena  S-Commerce  Dalam Pandangan Akad Al-Bai’ : Privilege Bagi Artis Dan Tantangan Pengusaha Kecil. (2026). Journal of Economics Management, 2(1), 1-10. https://ejournal.institutsmb.id/index.php/JGSEG/article/view/79

Similar Articles

1-10 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.