PEMBACAAN ZIKIR RATIB AL-HADDAD DI PONDOK PESANTREN AL-FATTAHIYYAH NGRANTI BOYOLANGU TULUNGAGUNG: STUDI LIVING QUR’AN
Keywords:
Living Qur’an, Ratib Al-Haddad, Pesantren, Talal Asad, Pendisiplinan KomunalAbstract
Pembacaan zikir komunitarian di pesantren sering kali direduksi sebatas ritus magis mekanis tanpa dipahami dimensi pendisiplinannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis artikulasi ritual, dampak spiritual, dan transformasi teks Ratib Al-Haddad di Pondok Pesantren Al-Fattahiyyah Tulungagung. Menggunakan jenis kualitatif deskriptif pendekatan Living Qur’an dan teori antropologi Talal Asad, data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles-Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil utama menunjukkan ayat Al-Qur'an di dalam ratib mengalami perluasan fungsi dari perlindungan individual menjadi instrumen pendisiplinan komunal. Kesimpulannya, melalui legitimasi sanad kiai, amaliah ini beroperasi sebagai disciplinary practice yang efektif menjaga stabilitas psikologis santri sekaligus membentuk subjek Muslim bertakwa (pious subject) di era modern. Rekomendasi penelitian selanjutnya diarahkan pada kajian filologis naskah syarah ratib dan penerapan mixed methods untuk validasi statistik resiliensi santri.


