Penerapan Media Audio-Visual Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam Kegiatan Pengabdian untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SDN 35/X Desa Simbur Naik
Keywords:
media audio-visual, Problem-Based Learning, berpikir kritis, penelitian tindakan kelas, sekolah dasarAbstract
Pembelajaran di kelas V SDN 35/X Desa Simbur Naik masih berpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa dalam menganalisis masalah dan memakai bukti rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan media audio-visual berbasis Problem-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis 20 siswa. Kegiatan berlangsung dalam dua siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi pada materi unsur intrinsik dan pesan moral cerita anak. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis, observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Skor rata-rata naik dari 45,6 menjadi 82,5, dan siswa lebih aktif bertanya, berdiskusi, serta memakai bukti. Penerapan ini diikuti peningkatan berpikir kritis pada kelas sasaran, meskipun skor tiap siklus, nilai individual, dan uji inferensial belum tersedia sehingga ketuntasan klasikal belum dapat dipastikan. Guru disarankan memilih video singkat dan relevan, menyiapkan pertanyaan pemantik, serta melaporkan data lebih lengkap pada kegiatan berikutnya.


